Siklus Ketergantungan (Adiksi)
Nikotin
Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan.
Setiap kali Anda dan orang-orang di sekitar
Anda menghirup asap rokok, nikotin masuk ke dalam tubuh dan bekerja menimbulkan
ketergantungan dengan siklus sebagai berikut:
(1) Saat Anda merokok, nikotin masuk ke
dalam aliran darah menuju semua bagian dalam tubuh. Molekul nikotin sangat
kecil dan mudah larut dalam air dan lemak, sehingga dalam hitungan 10 - 20
detik, nikotin telah mencapai sistem saraf pusat.
(2) Di dalam otak, nikotin merangsang
pelepasan zat kimia yang disebut Dopamin, yang memberikan sensasi perasaan
senang dan tenang. Namun, sensasi ini hanya berlangsung singkat.
(3) Dalam waktu 1 - 2 jam, tingkat Dopamin
seketika turun drastis, sehingga otak akan membrikan respon dan dorongan untuk
merokok lagi. Semakin banyak nikotin yang Anda konsumsi, semakin tinggi juga
risiko Anda terkena penyakit-penyakit akibat rokok. Hal ini dikarenakan nikotin
dapat terakumulasi di dalam hati, ginjal, lemak dan paru-paru.
Semua Karena Nikotin
Seiring dengan besarnya dorongan tersebut,
dalam skala yang beragam Anda pun pasti pernah merasakan beberapa atau semua
gejala berikut:
(1) Sulit konsentrasi
(2) Gelisah dan mudah marah
(3) Cepat lelah
(4) Pusing dan sakit kepala
(5) Susah tidur/imsonia
(6) Batuk-batuk dan nyeri tenggorokan
(7) Sakit perut, kembung dan susah buang
air besar
(8) Detak jantung melemah
Semua perasaan dan gejala yang Anda alami
di atas adalah gejala-gejala ketergantungan nikotin. Semakin Anda sering
merokok, maka semakin tinggi kadar nikotin yang Anda butuhkan untuk mendapatkan
perasaan tenang. Perlahan tapi pasti, aktivitas merokok Anda berubah menjadi
pemenuhan kebutuhan: kebutuhan untuk memenuhi kecanduan fisik dan psikologis
Anda terhadap nikotin.
Mencegah Kecanduan Nikotin
dengan 4M
(1)Melakukan sesuatu yang menyehatkan jiwa
raga. Misalnya: olahraga, berkebun, menulis atau melukis
(2)Menunda keinginan untuk merokok
(3)Minum air secara perlahan
(4)Menarik nafas dalam
0 comments:
Post a Comment