Merokok Adalah Kelalaian yang Disengaja, Identik dengan Tindakan Bunuh Diri



Kesakitan dan kematian yang diakibatkan oleh rokok adalah bagian dari bentuk kelalaian atau kesalahan yang disengaja, karena itu identik dengan bunuh diri. Padahal dalam sudut pandang agama apapun, tindakan itu tidak akan diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Bijaksana. Menurut data di Indonesia terdapat 6,5 juta orang dewasa menderita penyakit akibat merokok. Berbagai penyakit tersebut antara lain kanker, terutama kanker paru, jantung dan peredaran darah, bayi lahir dengan berat badan rendah serta syndroma bayi meninggal mendadak (sudden death) dari ibu yang merokok.

Kendati sudah jelas bahaya rokok bagi kesehatan, namun kenyataan ini tidak juga mampu memberi pengaruh yang signifikan untuk mencegah orang tidak merokok. Memang kesakitan bukan diakibatkan oleh rokok saja, namun banyak bukti menunjukkan bahwa merokok menyebabkan kesakitan dan kematian.

Masalah lain dari akibat rokok adalah korbannya tidak hanya menimpa pada orang yang merokok atau perokok aktif, namun juga menimpa orang lain yang tidak merokok atau perokok pasif. Masalah ini jika ditinjau dari sisi moral, etika dan agama manapun berarti asap rokok yang dihembuskan akan menimbulkan kerugian pada orang lain yang tidak merokok, bahkan juga akan merusak tatanan lingkungan alam kehidupan secara keseluruhan.

Rokok merupakan masalah yang dilematis karena di satu pihak cukai rokok merupakan salah satu sumber pendapatan negara. Rokok juga memberikan penghidupan kepada ribuan tenaga kerja baik sebagai petani maupun buruh pabrik. Tetapi di pihak lain rokok merupakan masalah kesehatan yang untuk mengatasinya diperlukan biaya yang besarnya beberapa kali lipat dari pendapatan yang diperoleh dari cukai rokok. Berbagai data yang berskala internasional maupun nasional banyak mengungkap hal ini antara lain publikasi Bank Dunia menyatakan bahwa 1 diantara 3 orang dewasa atau sekitar 1,1 milyar orang dewasa adalah perokok. Merokok telah membunuh 1 diantara 10 orang dewasa di seluruh dunia.

Berkaitan dengan hal itu, betapapun beratnya dan tantangan yang dihadapi dalam melakukan upaya menanggulangi masalah merokok, kita tidak akan pernah surut dan tidak kenal putus asa. Upaya ini didasari niat baik dengan tujuan kemanusiaan yaitu untuk mencapai kehidupan yang sehat, produktif dan sejahtera.

SHARE

Bagja Nugraha

Relawan No Tobacco Community | Social Media Planner and Strategist

  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment